Diagram Ladder adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling umum digunakan dalam Programmable Logic Controller (PLC). Disebut diagram ladder karena tampilannya menyerupai tangga dengan dua rel vertikal yang mewakili sumber daya dan anak tangga yang mewakili rangkaian logika. Bahasa pemrograman ini sangat populer karena sifatnya yang intuitif dan mudah dipahami, terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang kelistrikan.
Konsep Dasar Diagram Ladder
- Rel Vertikal: Mewakili sumber daya (voltase) yang memasok rangkaian.
- Anak Tangga: Mewakili rangkaian logika yang terdiri dari kontak (normal terbuka atau normal tertutup) dan coil (output).
- Kontak: Elemen yang dapat membuka atau menutup rangkaian berdasarkan kondisi tertentu (misalnya, kondisi input dari sensor).
- Coil: Elemen yang akan aktif (menyalakan output) jika kondisi pada anak tangga terpenuhi.
Contoh Sederhana Diagram Ladder

simple ladder diagram with a normally open contact and a coil
Pada gambar di atas:
- Kontak NO (Normal Open): Akan tertutup jika ada sinyal input.
- Coil: Akan aktif (misalnya, menyalakan motor) jika kontak NO tertutup.
Artinya: Motor akan menyala jika ada sinyal input pada kontak NO.
Keuntungan Menggunakan Diagram Ladder:
- Intuitif: Mudah dipahami, terutama bagi teknisi listrik yang terbiasa dengan rangkaian listrik.
- Visual: Representasi visual yang jelas memudahkan dalam menganalisis dan memahami logika program.
- Standar Industri: Banyak digunakan di berbagai industri, sehingga memudahkan dalam pemeliharaan dan pengembangan sistem.
- Fleksibel: Dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks.
Komponen Utama dalam Diagram Ladder:
- Kontak:
- Normal Terbuka (NO): Tertutup ketika kondisi terpenuhi.
- Normal Tertutup (NC): Terbuka ketika kondisi terpenuhi.
- Coil:
- Output Coil: Mengaktifkan output (misalnya, motor, solenoid).
- Set Coil: Mengatur bit dalam register.
- Reset Coil: Mengatur ulang bit dalam register.
- Fungsi Logika:
- AND: Semua kondisi harus benar.
- OR: Salah satu kondisi harus benar.
- NOT: Membalikkan kondisi.
- Timer: Mengatur waktu tunda sebelum suatu output diaktifkan.
- Counter: Menghitung jumlah pulsa atau event.
- Comparator: Membandingkan dua nilai.
Aplikasi Diagram Ladder
Diagram ladder banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti:
- Otomatisasi industri: Mengontrol mesin produksi, conveyor, robot, dan peralatan lainnya.
- Bangunan pintar: Mengontrol pencahayaan, HVAC, dan sistem keamanan.
- Proses kimia: Mengontrol suhu, tekanan, dan aliran fluida.
Dengan memahami konsep dasar diagram ladder, Anda dapat mulai membuat program PLC untuk mengontrol berbagai jenis peralatan dan proses industri.